Transportasi Umum dan Retret
Beberapa waktu belakangan ini, saya lebih sering menggunakan transportasi umum dari atau menuju tempat kerja. Menggunakan transportasi umum secara utuh dari rumah ke tempat kerja, dan sebaliknya, memberikan warna baru dalam kehidupan. Saya jadi bisa mendengarkan keluh kesah para sopir angkutan kota (angkot) di daerah perbatasan Bekasi-Jakarta yang terkenal butut, bahwa penumpng semakin berkurang. Dulu angkot-angkot semacam itu senantiasa memanen uang, karena penumpang yang membludak. Dalam sehari, mereka bisa meraup uang yang banyak, setelah dipotong bensin dan setoran kepada pemilik angkot. “Sejak ada Jaklingko [yang beroperasi di kawasan Jakarta], penumpang jadi menurun secara drastis,” keluh salah seorang sopir Angkot KR yang saya tumpangi, suatu masa. Rute angkotnya memang beririsan dengan rute Jaklingko yang diprakarsai oleh Pemprov Jakarta. Dia mengaku bahwa bapaknya sudah menjual angkot mereka, karena bisnis transportasi seperti itu sudah tidak menguntungkan lagi. Dia ju...